Bekam Pengobatan Terbaik

 

www.bekambest.com

Home Profil Layanan Kontak Kami Rawat Inap
   

 

MENU UTAMA

Home

Tentang Bekam

Artikel - artikel

Galeri bekam

Testimoni

Konsultasi

Rekomendasi

 
PRAKTEK KLINIK

Sabtu - Minggu
Pukul 09.00 s/d 18.00

Senin s/d Kamis
Pukul 08.00 s/d 18.00

JUM'AT LIBUR

 
IKUTI KAMI DI :

 

 

 

 

BEKAM DAN ASMA

 

DEFINISI, GEJALA DAN PENYEBAB

Asma adalah gangguan kesehatan yang muncul akibat terjadinya penyempitan saluran pernafasan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan yang menyebabkan peradangan. Penyempitan ini bisa bersifat sementara dan juga bisa permanen.

Gejalanya mengi (bunyi saat bernafas), mual-mual kadang juga sampai muntah, pilek / bersin-bersin, batuk yang disertai gatal-gatal di tenggorokan, rasanya seperti berdahak namun susah untuk dikeluarkan, sesak nafas, berkeringat dan denyut nadi meningkat. Diantara penyebabnya ialah radang di tenggorokan akibat debu, bahan makanan yang menimbulkan iritasi seperti pedas, asam, manis, dingin, bergetah, dan panas, udara kotor, bulu dan kotoran dari hewan (kucing, anjing, dan lain-lain). Bahaya asma bila tidak segera ditangani dapat memperparah keadaan, merusak pernafasan, dan dapat membuat nafas berhenti.

Pengobatan asma

Pendapat kebanyakan dokter mengatakan bahwa asma tidaklah bisa sembuh, penanganan yang efektif adalah dengan menghindari faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembekakan saluran pernafasan. Pengobatan secara singkat dengan menggunakan inhaler dan nebulizer, sedangkan pengobatan jangka panjang adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid untuk membuat saluran pernafasan terbuka dan mengurangi pembekakan.

Namun sebenarnya pengobatan yang tepat tidaklah demikian, pengobatan yang benar adalah membetulkan penyebab dari suatu masalah, bukan mengobati efek atau akibat dari suatu masalah. Jadi disini penyebabnya adalah penyempitan saluran pernafasan karena tertutupnya saluran udara yang mengangkut oksigen ke paru-paru (bronkus) oleh dahak yang diproduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut.

Jadi, untuk masalah ini pengobatan yang tepat adalah dibekam pada titik - titik asma. Dengan dibekam maka ketahanan tubuh seseorang akan membaik. Apabila sudah membaik, maka dia bisa melawan hal - hal yang bisa menjadi pencetus asmanya. Dengan begitu saluran bronkus secara perlahan menjadi longgar dan dapat kembali bernafas secara lega. Bila pengobatan ini dilakukan secara rutin insya Allah masalah asma akan bisa sembuh total.

Nah, bagaimana dengan asma anak ? bukankah anak – anak belum boleh dibekam ?

Untuk masalah asma pada anak, Anda dapat menerapkan metode pengobatan homeopati, dimana pengobatan homeopati ini obat – obatnya adalah alami, tidak ada efek samping dan sangat aman dikonsumsi oleh anak – anak dari bayi sekalipun. Bagi kita yang dewasa , bekam bila dipadukan dengan obat –obat homeopati itu akan lebih baik (lebih cepat sembuh).

Info selengkapnya tentang obat – obat homeopati Anda bisa baca di :

http://www.homeopatiindonesia.com

Bagi Anda penderita asma, semoga wacana ini bisa memberikan solusi penyembuhan penyakit yang diderita. Insya Allah. Aamiin.

Untuk Anda yang berada di Pekanbaru, Batam atau Kuala Lumpur dapat berbekam dan berobat homeopati ke Pusat Pengobatan Aljawad. Alamatnya tertera di bagian paling bawah website ini.

 

Artikel ditulis oleh : bekambest-Support. Bagi yang menyalin tulisan ini mohon mencantumkan www.bekambest.com sebagai sumbernya. Terima kasih.

kembali ke atas

 

syarat & ketentuan - faq - site map - disclaimer

PRODUK

 

ALAT BEKAM

info selengkapnya >>

 

PENA BEKAM

info selengkapnya >>

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright 2011. Bekambest.com.

Powered by : Pusat Pengobatan Aljawad
JL. Kereta Api No.40 Tangkerang Tengah Pekanbaru - Riau - Indonesia. Telp. 0761-24056
Komplek Ruko Orchard Suite Blok B No.7 Batam Center- Kepulauan Riau
Lot 819-8 Kg. Melaka BT 9 43200 Cheras Selangor Malaysia. HP. 016 627 4200
Izin Dinkes 448/ D-Batra 11 /2007/003
Izin Kejari ZB - 76 /N. 4.10/Dsp/01/2007